•PERMULAAN DAN PERKEMBANGAN METHODOLOGY THEOLOGI PL

Gambar•SEJAK  REFORMASI SAMPAI PENCERAHAN
•PARA REFORMATOR. PRINSIP “SOLA SCRIPTURA” (HANYA ALKITAB SAJA) DAN PRINSIP “ALKITAB MENAFSIRKAN DIRI SENDIRI” YANG MENJADI SEMBOYAN REFORMASI SEKALIGUS JUGA MENJADI DASAR UNTUK TEOLOGI ALKITABIAH YANG BERKEMBANG KEMUDIAN.
•NAMUN DEMIKIAN DIANTARA REFORMATOR SENDIRI TIDAK ADA SEORANGPUN YANG MENGARANG SEBUAH TEOLOGI BIBLIKA.
•ZAMAN ORTODOKSI
•ZAMAN ORTODOKSI. BARU PADA ZAMAN INI MUNCULLAH TEOLOGI BIBLIKA YANG PERTAMA (1640).
•MAKSUD DARI TEOLOGI BIBLIKA ZAMAN ORTODOKSI IALAH TERUTAMA MENYUSUN AYAT-AYAT DARI PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU UNTUK MENDUKUNG TEOLOGI SISTEMATIKA YANG MENJADI RATU DIANTARA CABANG ILMU TEOLOGI ZAMAN ITU.
•KHUSUSNYA ABRAHAM CALOVIUS MENUNJUKKAN DENGAN JELAS BAHWA TEOLOGI BIBLIKA HANYA MEMPUNYAI TUGAS UNTUK MENOPANG TEOLOGI SISTEMATIKA, TERUTAMA DOGMA-DOGMA ORTODOKSI
•PIETISME JERMAN
•DENGAN SEMBOYANNYA ”KEMBALI KEPADA ALKITAB” PADA ZAMAN INI SUNGGUH TELAH MEMBAWA PERKEMBANGAN TERSENDIRI.
•DALAM PIETISME MENJADI JELAS BAHWA TEOLOGI BIBLIKA HARUS BERFUNGSI SEBAGAI FONDASI. BARU DARI SITULAH DAN ATAS DASAR ITULAH TEOLOGI SISTEMATIKA HARUS DIKEMBANGKAN.
•DENGAN DEMIKIAN TEOLOGIA BIBLIKA DAPAT LEPAS DARI TEOLOGI SISTEMATIKA SEHINGGA MENJADI CABANG ILMU PENGETAHUAN SENDIRI.
•PENCERAHAN
•PADA MASA PENCERAHAN TERJADILAH SUATU PENDEKATAN YANG BARU SEKALI KEPADA TEOLOGI BIBLIKA DISEBABKAN OLEH CIRI-CIRI ZAMAN;
1.SEGALA SESUATU YANG BERSIFAT SUPRANATURAL DITOLAK.
2.AKAL DIPANDANG SEBAGAI KRITERIA/HAKIM TERTINGGI DALAM USAHA DAN MERUMUSKAN KEBENARAN.
3.IA JUGA DIAKUI SEBAGAI SUMBER UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN.
4.AKIBAT PERKEMBANGAN INI IALAH ALKITAB SEBAGAI REKAMAN SEMPURNA DARI WAHYU TUHAN DITOLAK.

BERKEMBANGLAH HERMENEUTIKA ALKITAB YANG BARU YAITU METODE HISTORIES-KRITIS,  MEMBUKTIKAN:

1.BAHWA HAMPIR TIDAK ADA SATU PUN PERISTIWA DALAM SEJARAH ISRAEL YANG TERJADI PERSIS SEBAGAIMANA DINYATAKAN DALAM ALKITAB.
2.ALKITAB TIDAK SECARA APRIORI DITEMPATKAN SEBAGAI KEBENARAN MUTLAK, MELAINKAN HARUS MEMBUKTIKAN DIRI DIBAWAH PENELITIAN HISTORIES-KRITIS.
3.TIDAK MENERIMA ASAL-USUL ILAHI DARI ALKITAB (WAHYU, NUBUATAN, INSPIRASI, MUJIZAT).
4.APA YANG TERTULIS DALAM ALKITAB SUNGGUH TIDAK MUNGKIN TERJADI.
5.KRITIK LITERARIS YANG RADIKAL DITERAPKAN JUGA PADA ALKITAB. PELOPORNYA IALAH DOKTER MEDIS DARI PERANCIS BERNAMA, JEAN ASTRUC YANG MULAI MEMBAGI PENTATEUKH ATAS SUMBER-SUMBER.
6.KEYAKINAN AKAN INSPIRASI ALKITAB DITOLAK.
7. ALKITAB DIPANDANG SEBAGAI SALAH SATU DARI SEKIAN DOKUMEN KUNO DI DUNIA INI. PELOPOR FAHAM INI IALAH TEOLOG RASIONALIS, JOHANN SALOMO SEMLER (1725-1791) YANG MENEGASKAN BAHWA
Ø“FIRMAN TUHAN SAMA SEKALI TIDAK SAMA DENGAN ALKITAB” SEHINGGA TIDAK LAGI DAPAT DIKATAKAN BAHWA “ALKITAB ADALAH FIRMAN TUHAN.
ØITU BERARTI BAHWA TIDAK SEMUA BAGIAN ALKITAB BERDASARKAN WAHYU DAN INSPIRASI TUHAN.
6.1792 VON AMMON MENULIS SEBUAH TEOLOGI BIBLIKA BERDASARKAN IDE-IDE DARI SEMLER DAN DARI DUA AHLI FILSAFAT DI JERMAN LESSING DAN KANT. DI DALAM TULISANNYA NAMPAK BAHWA IA MENGANGGAP PB LEBIH UNGGUL DARI PL.
•DARI PENCERAHAN KEPADA TEOLOGI DIALEKTIS
•EDUARD KOENIG PADA TAHUN 1922 MENANDAI PERMULAAN KEBANGKITAN KEMBALI TEOLOGI PERJANJIAN LAMA SEBAGAI CABANG ILMU TEOLOGI, YANG BERCIRI:
•PANDANGAN YANG TINGGI TERHADAP PERJANJIAN LAMA.
•PENOLAKAN TERHADAP TEORI EVOLUSI AGAMA. DIMANA TEORI INI MEMANDANG PERJANJIAN LAMA SEBAGAI REFLEKSI YAHUDI TERHADAP SEJUMLAH AGAMA-AGAMA KAFIR. AKIBATNYA, TIDAK ADA KESATUAN LAGI DALAM PERJANJIAN LAMA, KARENA PERJANJIAN LAMA DIANGGAP SEBAGAI KOLEKSI BAHAN-BAHAN DARI ZAMAN-ZAMAN DAN LATARBELAKANG YANG BERBEDA-BEDA.
•TUNTUTAN AGAR EKSEGESA DILAKUKAN BERDASARKAN METODE GRAMATIS-HISTORIS.
•WALTER EICHODT (1933-1939), MEMPERTAHANKAN BAHWA TEOLOGI PERJANJIAN LAMA TETAP BERSIFAT HISTORIES, DEMIKIAN JUGA GEERHARDUS VOS YANG MENGARANG “BIBLICAL THEOLOGY” (1948), TH. VRIEZAN (1949), GERHARD VON RAD (1957-1960), J.B. PAYNE (1962) DAN WALTER C. KAISER (1978).
•10 METODOLOGI PL MENURUT HASSEL
1.DESKRIPTIF-NORMATIF
2.DIDAKTIK/DOGMATIK
3.PROGRESIF-GENETIS
4.REPRESENTATIF-KESELURUHAN
5.TOPIKAL
6.DIAKRONIS
7.PEMBENTUKAN TRADISI
8.DIALEKTIK-TEMATIS
9.THEOLOGI ALKITABIAH BARU
10.THEOLOGI PL KANONIK MULTIPLEK
•1. DESKRIPTIF-NORMATIF
•DESKRIPTIF ARTINYA MENGURAIKAN ARTI ASLI  DARI AYAT SECARA LEBIH LUAS DARI APA YANG TERKANDUNG DI DALAM AYAT-AYAT ITU DALAM MAKSUD DAN FUNGSI AYAT-AYAT ITU SEPANJANG ZAMAN
•SEDANG NORMATIF ADALAH TUGAS PENAFSIR (THEOLOG) UNTUK MENERJEMAHKAN MAKNA AYAT PADA MASA KINI.
•JADI DESKRIPTIF- NORMATIF ADALAH PENERJEMAHAN AYAT YANG TELAH DIREKONSTRUKSI SECARA HISTORIS KE DALAM SITUASI MODERN
•2. DIDAKTIK/DOGMATIK
•PENJELASAN RELIGI NORMATIF ISRAEL KUNO YANG BERPUSAT PADA DOKTRIN TEOLOGI-ANTROPOLOGI-SOTERIOLOGI (GOD-MAN-SALVATION)
•3. PROGRESIF-GENETIS
•METODE PEMBEBERAN PENYATAAN TUHAN SEBAGAIMANA YANG DISAJIKAN OLEH ALKITAB DALAM PERIODE SEJARAH.
•PRINSIPNYA ADALAH PERKEMBANGAN HISTORIS PENYATAAN TUHAN.
•4. REPRESENTATIF-KESELURUHAN
•EICHRODT MELAKUKAN PENGGUNAAN CONTOH YANG REPRESENTATIF TERHADAP KESELURUHAN DUNIA PEMIKIRAN PL DENGAN MEMBUAT PERJANJIAN SEBAGAI PUSAT PL.
•TUJUANNYA ADALAH MEMAHAMI ALAM KEPERCAYAAN PL DALAM KESATUAN STRUKTURALNYA DAN MENJELASKAN MAKNANYA YANG PALING DALAM
•SEBUAH TEMA, KUNCI, POLA PENGATUR YANG PADA DASARNYA DIKENAL OLEH ORANG-ORANG YANG BERTURUT-TURUT
•5. TOPIKAL
•PENELITIAN KOMBINASI SATU ATAU DUA PUSAT PL ATAU TANPA SUATU PUSAT TEMATIK YANG EKSPLISIT.
•6. DIAKRONIS
•METODE DIAKRONIS ADALAH METODE YANG DIPAKAI UNTUK MENYEDIAKAN BERBAGAI KEBUTUHAN EKSEGESIS DAN MELAKSANAKAN VISI ASLI DARI DISIPLIN ILMU TEOLOGI PL
•SUATU METODE PENUTURAN ULANG KERIGMA YANG TERUNGKAP YANG DIPERSIAPKAN UNTUK MENANDAI TEOLOGI KEPADA SEJARAH TENTANG STUDI AGAMA ISRAEL
•METODE DIAKRONIS MENGEMUKAKAN TEOLOGI TENTANG JANGKA WAKTU DAN STRATIFIKASI SEJARAH BANGSA ISRAEL SECARA BERTURUT-TURUT. PENEKANAN DIBERIKAN PADA TRADISI-TRADISI YANG MENYANGKUT PENGALAMAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT AGAMA SECARA BERTURUT-TURUT.
•7. PEMBENTUKAN TRADISI
•SUATU METODE PEMBENTUKAN THEOLOGI BERDASARKAN PEMBENTUKAN THEOLOGI PERJANJIAN LAMA (SAMA SEKALI BUKAN TEOLOGI PL YANG BERSIFAT KRISTEN ATAU YAHUDI)
•8. THEOLOGI ALKITABIAH BARU
•METODE YANG DIPAKAI UNTUK MENGATASI DIKOTOMI “ARTI ASLI AYAT” DAN “MAKNA AYAT PADA MASA KINI” DENGAN KONTEKS KANONISASI KRISTEN.
•9. DIALEKTIK-TEMATIS
•SUATU METODE YANG MENJALINKAN  METODE-METODE YANG SALING BERKAITAN DALAM MENGULAS SUATU TESIS SEHINGGA DIHASILAN METODE DIALEKTIKA TEMATIS
•JADI METODE-METODE TIDAK HARUS BERDIRI SENDIRI TETAPI SALING BERKONTRIBUSI DALAM SATU ATAU BEBERAPA TEMA PEMBICARAAN.
•10. THEOLOGI PL KANONIK MULTIPLEK
•THEOLOGY PL TIDAK SAMA DENGAN SEJARAH ISRAEL, BUKAN SEJARAH PENYEBARAN TRADISI
•THEOLOGY PL MENYEDIAKAN PENJELASAN RINGKAS DARI BENTUK FINAL TENTANG TEMA, MOTIF, KONSEP YANG SALING BERKAITAN
•MENGIKUTI BERBAGAI PROSEDUR  MULTIPLEKS: TEMA, TOPIKAL, REPRESENTATIF, BIBLIKA DST
•PEMBAHASAN KITAB-KITAB  DARI BERBAGAI SEGI
•MENEROBOS ANEKA TEOLOGI TENTANG KITAB-KITAB SAMPAI KEPADA SUATU KESATUAN DINAMIS YANG MENGIKAT SEMUA THEOLOGI DAN TEMA ITU MENJADI SATU
•BAGI KRISTEN UNTUK MEMBEDAKAN DISIPLIN DARI THEOLOGY ISRAEL KUNO
•PENDEKATAN BIBLIKA
•GERHARD VON RAD MENYATAKAN BAHWA SEJARAH ISRAEL ITU MERUPAKAN SEJARAH YANG CUKUP UNIK SEBAB IA MERUPAKAN KESAKSIAN ORANG ISRAEL SENDIRI SEBAGAI PENYATAAN IMAN MEREKA SEJAK DAHULU; KEMUDIAN DARI PADA ITU SEJARAH ISRAEL DITERIMA ORANG KRISTEN DEWASA INI SEBAGAI SUMBER DARI KEYAKINAN MASA KINI DAN MERUPAKAN HASIL DARI KRITISME PARA PENAFSIR MODERN
•PERKEMBANGAN PENAFSIRAN ALKITAB MENGAJAK KITA PADA MASA KINI BAGAIMANA MENEMPATKAN ALKITAB ITU, ATAU BAGAIMANA SEHARUSNYA.
•DENGAN KATA LAIN, PEKERJAAN PENAFSIRAN INI ADALAH BERSIFAT HISTORIS, NAMUN PADA AKHIRNYA BERMUARA PADA SESUATU YANG LEBIH DOKTRINAL;
•DAN KESEJARAHAN ITU DIPAKAI UNTUK MENJELASKAN HAL-HAL DOKTRIN TERSEBUT .
•BAGAIMANA KITAB-KITAB PL DITULISKAN
•ADA PEMAHAMAN DIANTARA PARA SARJANA PL, BAHWA KEPING-KEPING TERTUA DALAM PL, DAN JUGA BERDASAR PADA GAMBARAN KONTEMPORER ADALAH DALAM BENTUK NYANYIAN/ KIDUNG KUNO .
•DITERIMA GENERALISASI BAHWA LITERATUR BANGSA-BANGSA KUNO DIMULAI DENGAN BENTUK PUISI, KEMUDIAN BENTUK-BENTUK NYANYIAN KUNO ITU DIKEMBANGKAN MENJADI BENTUK PROSA.
•KESULITAN UNTUK MENELITI LEBIH DALAM TENTANG SEJARAH KESELAMATAN ISRAEL KINI TERLETAK PADA DUA POSISI YAITU :
1.SEBAGAIMANA MENJADI KESAKSIAN IMAN ORANG ISRAEL SENDIRI YANG BERASAL DARI TRADISI MOTIF YANG SANGAT TUA MISALNYA DALAM HEXATEUCH, DAN INI DITEMUI DALAM BERAGAM TRADISI PENGAKUAN YANG SANGAT BANYAK. MOTIF DASARIAH INI DIUNGKAPKAN DALAM KARAKTER PENGAKUAN (CONFESSION), DAN TERPISAH-PISAH SEHINGGA KANVAS PENELITIAN INI SANGAT LUAS.
2.SEDANG DI PIHAK LAIN BANYAK YANG MENERIMA BAHWA PEKERJAAN TRADISI DEUTERONOMIST YANG MENGGAMBARKAN KESEJARAHAN ITU KEMUDIAN.
ØKEDUANYA HARUS DITERIMA SEBAGAI DALAM KEBENARANNYA MASING-MASING DAN TUGAS KITA PADA ZAMAN INI ADALAH BAGAIMANA KITA MENERIMA DAN MEMPERDAMAIKANNYA .
•BAGI VON RAD SENDIRI TENTANG DUA HASIL PEKERJAAN INI DIGOLONGKANNYA MENJADI RASIONAL DAN “OBJEKTIF” PADA SATU PIHAK, YAITU DENGAN DUKUNGAN KEBETULAN KESEJARAHAN DAN INI MEMBENTUK KESEJARAHAN KRITIS ATAS KEJADIAN SEJARAH YANG LAIN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN SEJARAH ISRAEL;
•SEDANG AKTIVITAS YANG SATU LAGI ADALAH BENTUK PENGAKUAN IMAN DAN KETERLIBATAN PRIBADI DALAM PERISTIWA-PERISTIWA SEJARAH ITU MENJADI SEBUAH SPIRIT ATAU SEMANGAT KERYGMA.
•KEDUANYA KINI HADIR KEPADA KITA DAN MENJADI TUGAS TERSENDIRI BAGI PARA PENELITI PENAFSIRAN KITAB SUCI PL ITU.
•TIDAK DIRAGUKAN BAHWA PENELITIAN SEJARAH MEMILIKI ANDIL BESAR DALAM KEBENARAN UNTUK MENGATAKAN PERKEMBANGAN GAMBARAN TENTANG SEJARAH ISRAEL, TETAPI FENOMENA TENTANG PENGAKUAN IMAN ITU SENDIRI, YANG BERBICARA TENTANG SEJARAH KESELAMATAN ITU, ADALAH KEKUATAN YANG BESAR UNTUK MENJELASKAN HAL KESEJARAHAN ITU
•BEBERAPA AHLI MENYEBUT KRITISISME TEKSTUAL SEBAGAI INI SEBAGAI LOWER CRITICISM. PENDAPAT INI BERASUMSI BAHWA LOWER CRITICISM HANYA BERKUTAT PADA PENELITIAN TEKS MANA YANG ASLI DAN ARTINYA SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN OLEH PENULISNYA. SEDANG HIGHER (ISTILAH MANA PERTAMA SEKALI DIGUNAKAN OLEH EICHHORN) ADALAH KRITIK KESEJARAHAN YANG INGIN MENCARI JAWABAN ATAS RANGKAIAN PERTANYAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYUSUNAN, PENYADURAN, DAN PENGUMPULAN KITAB-KITAB DALAM ALKITAB TERSEBUT .
•HIGHER CRITICISM LEBIH MENEKANKAN HASIL PEKERJAAN MEREKA PADA BAGAIMANA GAGASAN-GAGASAN DARI SEJUMLAH TULISAN PADA ZAMANNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN DIMANA DIA BERTUMBUH, KEPADA SEMANGAT PADA ZAMAN ITU, KESUKAAN ORANG-ORANG PADA SAAT ITU, RANGKAIAN PERISTIWA, DAN JUGA PADA PRODUK TULISAN-TULISAN YANG SAMA PADA WAKTU LAINNYA SERTA DI NEGERI LAINNYA.
•GERAKAN KRITISME ATAS ALKITAB DITUMPAHKAN MEMBANJIRI TERANG DALAM PL, DAN MEMBERI GEREJA SEBUAH KONSEPSI YANG BARU DAN LEBIH MANUSIAWI TENTANG CARA PENYATAAN. DAN INI DIMULAI PADA ABAD KE-18 DENGAN BERGESERNYA TRADISI YANG MENGANGGAP BAHWA PL ADALAH WARISAN DARI ORANG YAHUDI KEPADA ORANG KRISTEN.
•KRITIK NAS (ANALISIS NAS)
•TUGAS DARI KRTITIK TEKS ADALAH MENJANGKAU TEKS ASLI YANG DAPAT DIPERCAYAI DENGAN JALAN REKONSTRUKSI TEKS YANG TERJADI PADA MASA TEKS ITU SENDIRI DITULIS, YANG DITERIMA SEBAGAI KITAB SEBELUM KANONISASI SELURUH ALKITAB.
•DENGAN MEMPELAJARI TEKS ASLI ITU MAKA PENELITI KRITIK TEKS JUGA MEMPELAJARI DAN MAMPU MENGENALI KESALAHAN-KESALAHAN UNTUK DIBENARKANNYA; BAGAIMANA IA MELENGKAPI, MENYISIPKAN, MEMELIHARA SAMPAI PADA PENULISAN-PENULISAN YANG KURANG ATAU YANG BERLEBIHAN.
•TUGAS PENELITI KRITIK TEKS
1.MENGUMPULKAN DAN MENELITI NAS (NASKAH) YANG MENYIMPANG (VARIAN). DISINI BERLAKU JUGA PRINSIP NAS/ TRADISI YANG LEBIH TUA DAN YANG MEYAKINKAN KEBENARANNYA HARUS DIPERHATIKAN LEBIH DULU.
2.MENGUJI NAS. TUGAS INI BERARTI PENGUJIAN TERHADAP TEKS YANG TELAH DIGANTI DALAM HUBUNGANNYA YANG UTUH DENGAN KESELURUHAN TEKS. DENGAN BANTUAN DARI NASKAH-NASKAH YANG LAIN, TEKS MASORA DAPAT MEMPEROLEH KEUTUHANNYA, APAKAH IA MENYIMPANG DARI UNSUR BAHASA ATAU UNSUR ISI (TERMASUK TEOLOGIA, PENGERTIAN ISI DAN SEJARAHNYA).
3.MENGAMBIL KESIMPULAN. TUGAS PENYIMPULAN INI ADALAH USAHA TERAKHIR DARI KRITIK NAS; MENENTUKAN KATA-KATA MANA YANG DAPAT DITERIMA, SESUAI DENGAN SYARAT-SYARAT ATAU ALASAN-ALASAN YANG MEYAKINKAN.
•KRITIK SASTRA (ANALISIS SASTRA)
•ANALISIS SASTRA (LITERER) KITA MENELITI SEJARAH PENDAHULUAN DARI SUATU KESUSASTRAAN, YAITU MULAI DARI PENENTUAN PERTAMA NAS YANG TERTULIS SAMPAI PADA BENTUK AKHIR TERJADINYA KITAB ITU.
•DENGAN DEMIKIAN TUGAS PENELITI KRITIK SASTRA MENELITI SATUAN-SATUAN NAS, MISALNYA RANGKAIAN CERITA ATAU NUBUATAN NABI DALAM ALKITAB, APAKAH IA DITULISKAN OLEH SATU ORANG ATAU LEBIH PENULIS, HUBUNGAN KEPENULISAN DENGAN PENGARUH DUNIA PL DAN KESUSASTRAAN DAN KEBUDAYAAN-KEBUDAYAAN DI LUAR DUNIA ISRAEL.
•ANALISA HADIS LISAN (SEJARAH TRANSMISI DALAM TRADISI)
•ANALISA HADIS LISAN MENELITI SERANGKAIAN NAS ATAU SUSUNAN NAS YANG LEBIH BESAR DALAM TRADISI LISAN.
•TEKS-TEKS ALKITAB ITU PADA MULANYA MERUPAKAN BENTUK LISAN DAN DISAMPAIKAN DARI GENERASI KE GENERASI, KEMUDIAN MENDAPAT BENTUK TERTULISNYA SEBAGAIMANA ALKITAB YANG PADA KITA KINI.
•DISINI KITA AKAN BERKENALAN DENGAN BIDANG KEHIDUPANNYA (SITZ IM LEBEN), KARENA SECARA KHUSUS ANALISIS INI MENYANGKUT  TEKS ITU SENDIRI SECARA KHUSUS, YAITU SITUASI WAKTU DAN DIMANA BERITA ITU DISAMPAIKAN.
•PENELITI ANALISA HADIS JUGA HARUS MEMPERHATIKAN JENIS-JENIS PERUBAHAN YANG SANGAT MUNKGIN TERJADI DALAM PERJALANAN BERITA TERSEBUT DARI TRADISI LISAN KE TULISAN. HAL INI MENYANGKUT CARA TERSIMPANNYA NAS TERSEBUT DALAM MASYARAKAT. SEPANJANG PERJALANAN ITU, SEMUA UNSUR-UNSUR YANG MUNGKIN BERUBAH, KEMUDIAN MENJADI SUATU BENTUK PEMIKIRAN DAN GAGASAN YANG UTUH HARUS DITELITI UNTUK MENDAPATKAN BENTUK PENTRADISIAN YANG BAKU.
•SUATU SAAT BANGSA ISRAEL YANG TERKENAL SEBAGAI BANGSA NOMAD MULAI MEWARISI BENTUK BERCERITA TURUN TEMURUN. TIDAK DAPAT DIHINDARI BAHWA KEMUNGKINAN BESAR SITUASI, SUASANA/ KONDISI, HUBUNGANNYA DENGAN TRADISI TERDAHULU IKUT MEWARNAI PERIWAYATAN ITU OLEH NARATOR. UNSUR INTERPRETASI NARATOR SAAT MENCERITAKANNYA KEPADA PENDENGAR JUGA PERLU DIPERHATIKAN PADA KONTEKSNYA.
•ANALISIS SEJARAH TRADISI
•JIKA ANALISIS HADIS LISAN LEBIH PADA PENELITIAN UNSUR-UNSUR SEJARAH SATUAN-SATUAN SEBUAH NAS ATAU “SEJARAH-AKIBAT” NAS
•MAKA ANALISIS SEJARAH TRADISI MEMFOKUSKAN DIRINYA PADA TRADISI YANG MELINGKUPI ATAU MEMBENTUK NAS TERSEBUT, KARENA ITU SERING DISEBUT JUGA SEBAGAI SEJARAH BAHAN-BAHAN. KEDUNYA MEMANG AGAK SUKAR DIBEDAKAN, DALAM TERMINOLOGINYA APALAGI DALAM CARA-CARA MENERAPKANNYA.
•ANALISIS SEJARAH PEREDAKSIAN
•OBJEK PENELITIAN INI ADALAH BAGIAN YANG SANGAT PANJANG DAN BERLARUT-LARUT. SEBUAH NAS PADA AWALNYA ADALAH BENTUK YANG PERTAMA SEKALI DISAMPAIKAN, KEMUDIAN PADA PERKEMBANGANNYA DIBUBUHI DENGAN KETERANGAN-KETERANGAN PELENGKAP SEBAGAI INTERPRETASI.
•NAS DENGAN SUPLEMEN ITU KEMUDIAN DITEMPATKAN DALAM KERANGKA KOMPOSISI TERTENTU SESUAI HUBUNGAN SASTRA DAN SUSUNANNYA OLEH TANGAN PARA REDAKTOR, DITERIMA DALAM KANON HINGGA BENTUK YANG SEKARANG. RANGKAIAN PEKERJAAN INI MENJADI TUGAS PENELITI ANALISIS SEJARAH TRADISI.
•SALAH SATU CARA YANG UMUM DIKENAL UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS INI ADALAH PERBANDINGAN YANG SEKSAMA ATAS NAS DAN CIRI-CIRI KHASNYA, MESKI TUGAS INI TIDAK MUDAH DIKERJAKAN DENGAN TEPAT SEKALI.
•ANALISIS BENTUK
•ANALISIS BENTUK ADALAH BENTUK YANG PALING LUAS DIKENALI SEKALIGUS LEBIH DULU DIPERHATIKAN SEBAB BENTUK SUATU NAS AKAN MENJADI PERHATIAN DALAM PENELITIAN SELANJUTNYA.
•NAMUN ANALISIS BENTUK TIDAK HANYA BERTUMPU PADA PENGGOLONGAN JENIS SASTRA, NAMUN LEBIH JAUH UNTUK MENENTUKAN DAN MENETAPKAN KEDUDUKAN NAS DALAM BIDANG KEHIDUPAN.
•DENGAN DEMIKIAN ANALISIS INI MENEKANKAN PENTINGNYA HUBUNGAN ANTARA JENIS SASTRA, LINGKUNGAN SOSIAL DAN KELEMBAGAAN SERTA LATAR BELAKANG BUDAYANYA SECARA KESELURUHAN.
•ADA TIGA LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN ANALISIS BENTUK :
1. PENENTUAN JENIS NAS. MENGENALI KATA-KATANYA, SIFAT-SIFAT YANG KHAS DARI BENTUK SUATU NAS. SECARA UMUM ADA DUA TAKARAN UNTUK MENGENALI KATA-KATA DALAM NAS ITU YAITU BENTUK ORNAMENTAL, (BERHUBUNGAN DENGAN PERANAN PENEKANAN BUNYI DAN IRAMA KONSONAN DAN VOKAL YANG HARUS DIBEDAKAN) DAN BENTUK STRUKTURAL (BERKENAAN DENGAN SUSUNAN BAGIAN NAS BERDASAR SINTAKS DAN TANDA CIRI-CIRI KHAS DARI TIAP KATA). MISALNYA DALAM BENTUK PUISI SERING DITEMUI BENTUK PARALELLISMUS MEMBROMUM ATAU CHIASMUS.
2.PERUBAHAN SERTA CAMPURAN JENIS. OLEH KARENA PEMAKAIAN YANG BERULANG-ULANG BISA SAJA TERJADI PERUBAHAN NAS DARI SATU ATAU SERANGKAIAN KALIMAT/ AYAT-AYAT NAS. BEBERAPA KEMUNGKINAN PERUBAHAN DAN PERCAMPURAN BENTUK ITU ANTARA LAIN OLEH MAKSUD PENULIS YANG MENYESUAIKAN DIRI DENGAN SITUASI DAN KARENA LATAR BELAKANG KEROHANIANNYA. GAGASAN-GAGASAN PROFAN JUGA HARUS DIPERHATIKAN PADA PERKEMBANGAN NAS ITU SENDIRI; MISALNYA PENGAMBIL-ALIHAN GAGASAN PERSEKUTUAN BANGSA ISRAEL SEBAGAI UMAT TUHAN.
3.BIDANG KEHIDUPAN (SITZ IM LEBEN). PENELITI ANALISIS BENTUK TERUTAMA HARUS MELIHAT DEKATNYA BIDANG KEHIDUPAN DENGAN JENIS NAS, TERMASUK SOSIOLOGI DAN SOSIO-BUDAYA SAAT NAS ITU DITULISKAN. KENALI KE TEKS, PERHATIAN DITUJUKAN KEPADA TOPOS (TANDA-TANDA PENGENAL TIAP KATA), ISI KONTEKS, SEJARAH DAN TUJUANNYA, SUBYEK DAN OBYEKNYA, DLL.
•PENDEKATAN SOSIO ANTROPOLOGIS
•DISAMPING ITU, ADA SATU CABANG LAINNYA DALAM METODE PENELITIAN HISTORIS KRITIS YAITU METODE PENDEKATAN ILMU-ILMU SOSIAL-ANTROPOLOGIS.
•METODE INI MENYANGKUT ILMU-ILMU SOSIAL, SOSIOLOGI TERHADAP KEKRISTENAN AWAL
•JUGA PADA SISI ANTROPOLOGIS, MENYANGKUT GARIS GENEALOGI ATAU SILSILAH UNTUK MENDUKUNG PENELITIAN-PENELITIAN DIATAS.
•4 METHODOLOGY MENURUT KAISER
1.STRUKTURAL
2.DIAKRONIS
3.LEKSIKOGRAFSI
4.TEMATIKAL
•1. STRUKTURAL
•MENGGAMBARKAN SKEMA DASAR DARI PEMIKIRAN DAN KEPERCAYAAN PL DALAM UNIT-UNIT YANG DIPINJAM DARI THEOLOGI SISTEMATIKA, SOSIOLOGI, PRINSIP THEOLOGI PILIHAN DAN MENGHUBUNGKANNYA DENGAN KONSEP-KONSEP SEKUNDER
•2. DIAKRONIS
•MENGEMUKAKAN THEOLOGI TENTANG JANGKA PANJANG WAKTU DAN STRATIFIKASI SEJARAH BANGSA ISRAEL SECARA BERTURUT-TURUT
•3. LEKSIKOGRAFIS
•MEMBATASI LINGKUP PENYELEDIKAN  PADA SATU KELOMPOK ORANG-ORANG ALKITABIAH DAN KOSA KATA THEOLOGI KHUSUS
•4. TEMATIKAL
•PENYELIDIKAN ISTILAH UTAMA TUNGGAL UNTUK MENCAKUP SELURUH KONSTELASI KATA-KATA DISEKITAR TEMA UTAMA
 

Tentang deviluvgod

Semua KArena KAsih KArunia Tuhan. I Love U SO Much Jesus CHrist
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s