TAFSIRAN KITAB IBRANI Pasal 3:1-6

3:1 LAI
Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,

NKJV

Therefore, holy brethren, partakers of the heavenly calling, consider the Apostle and High Priest of our confession, Christ Jesus,

BGT

οθεν αδελφοι αγιοι κλησεως επουρανιου μετοχοι κατανοησατε τον αποστολον και αρχιερεα της ομολογιας ημων χριστον ιησουν

Dialamatkan kepada siapakan buku ini? Istilah “saudara” di gunakan berulang-ulang (2:11; 3:1,12; 10:19; 13:22) yang (sejalan dengan materi pokoknya) mengisyaratkan orang Yahudi percaya.
• “Sebab itu…” Jelas sekali si penulis berpikir bahwa peringatan ini berakar dalam apa yang sudah dikatakan di dalam pasal 2. Justru karena Dia adalah Raja yang telah merintis bagi kita, dan karena kita sedang diberi kesempatan untuk ikut di dalam kemenanganNya, maka kita perlu menghayati peringatan ini.
• “Yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi” Kata “yang mendapat bagian” dalam bahasa aslinya yaitu μετοχος (metochos) dari asal kata μετεχω (metecho) yang merupakan jenis adjektif yang artinya beroleh bagian, Draft Versi Interlinear Indonesia-Yunani, ini merupakan sesuatu yang SEDANG dikerjakan. Dan Konsep ini digunakan dalam beberapa cara dalam Alkitab yaitu :
1. Israel dipanggil oleh Allah menjadi kerajaan imam untuk membawa dunia kembali kepada Tuhan(. Kej 12:3; Kel 19: 5). Dalam PL ini adalah panggilan untuk pelayanan, bukan keselamatan individu, dan panggilan secara menyeluruh (bangsa Israel) untuk sebuah tugas yang diberikan (penginjilan seluruh dunia).
2. Masing-masing orang percaya dipanggil (lih. Yoh 6:44,65) untuk sebuah keselamatan kekal.
3. Setiap individu Kristen dipanggil untuk melayani tubuh Kristus melalui karunia rohani (I Kor. 12:7,11).

 “Pandanglah… Yesus” Ini adalah sebuah aorist active imperative. Artinya sungguh-sungguh memikirkan (10:24). Dalam konteks ini mengisyaratkan pembandingan pribadi dan karyaNya dengan para pemimpin dari perjanjian Musa. Kata “Pandanglah” dalam bahasa Yunani yaitu κατανοεω (katanoeo)dari asal kata κατα (kata) yang merupakan jenis verb atau kata kerja yang artinya perhatikanlah.

 “Rasul dan Imam Besar” Kedua gelar ini berurusan dengan superioritas Yesus atas Musa sebagai utusan resmi dan Harun sebagai imam besar suku Lewi. Pasal 3 dan 4 berurusan dengan superioritas Yesus atas Harun. Berhubung istilah Yunani bagi “utusan” dan “malaikat” adalah sama, “rasul,” yang adalah istilah Yunani “mengutus,” bisa berhubungan baik dengan para malaikat yang diutus Allah untuk melayani mereka yang diselamatkan (lih. 1:14) dan untuk Yesus yang diutus Allah untuk menebus mereka yang diselamatkan (lih. Yoh 3:17). Ini adalah satu-satunya tempat dalam PB di mana Yesus disebut “Rasul,” walau Yohanes menggunakan kata kerjanya berulang-ulang untuk merujuk padaNya sebagai diutus dari Bapa (lih. Yoh 3:17,34; 5:36,38; 6:29,57; 7:29; 8:42; 10:36; 11:42; 17:3,18,21,23,25; 20:21).

 “Rasul” Ini berasal dari kata kerja “mengutus” dalam bahasa yunani kata Rasul adalah αποστολος (apostolos) dari asal kata αποστελλω (apostello) dan kata mengutus ini digunakan oleh para rabi dalam pengertian seseorang yang diutus secara resmi sebagai perwakilan orang lain. Musa melayani dalam rumah Allah sebagai seorang hamba sedangkan Yesus adalah “seorang anak,” seorang anggota keluarga. Allah memanggil Musa untuk melayani, namun mengutus Yesus dari surga.

 “Imam Besar” Ibrani adalah satu-satunya buku dalam Alkitab yang menyebut Yesus imam besar. Diperlukan suatu argumentasi yang ekstensif untuk meyakinkan orang Yahudi abad pertama bahwa Yesus, seorang suku Yehuda, sesungguhnya adalah seorang imam. Masyarakat Gulungan Kitab Laut Mati mengharapkan dua Mesias, satu kerajaan (suku Yehuda) dan satu lagi keimaman (suku Lewi, lih. Maz 110; Zak 3-4).

 “Kita akui” Ini adalah kata Yunani homologia dari asal kata ομολογεω (homologeo) yang merupakan jenis noun f (=kata benda) yang memiliki arti pengakuan dalam Draft Versi Interlinear Indonesia-Yunani,ini merupakan sesuatu yang sedang dikerjakan.sedangkan Definisi Indonesia:[Barclay] ας {feminin}ini mempunyai arti pengakuan atau ikrar. yang adalah suatu majemuk dari “berkata” dan “sama.” Para pembaca telah membuat suatu pengakuan iman mereka dalam Yesus Kristus. Sekarang mereka harus berpegang kuat pengakuan/pernyataan tersebut (lih. 4:14; 10:23).
Dalam ayat 1, titik perbandingan adalah kesetiaan Musa. Musa setia, tapi pembelotan dalam Perjanjian Lama berlangsung di bawah Musa setia. Sekarang yang satu lebih besar dari Musa ada di sini, akan ada lagi pembelotan lain? Ada dua istilah yang jelas menunjukkan penulis menulis bagi orang yang beriman: saudara-saudara suci dan mengambil bagian dari panggilan surgawi. Dia tidak menulis kepada orang-orang yang datang dekat dengan percaya, tetapi untuk mereka yang percaya. Panggilan surgawi merujuk pada panggilan mujarab untuk keselamatan, dan mereka mengambil bagian dari panggilan itu. Kata Para pengambil bagian berarti bahwa “mereka adalah bagian dari itu.” Pada 3:14, mereka mengambil bagian Mesias, dalam 6:4, bagian dalam Roh Kudus, dan dalam 12:8, pengambil bagian dari disiplin ilahi. Mereka mengambil bagian karena mereka sangat percaya. Karena mereka adalah orang percaya yang nyata, penulis menyerukan kepada mereka untuk mempertimbangkan Rasul dan Imam Besar dari pengakuan kita. Kata Yunani untuk mempertimbangkan berarti “untuk membuat studi yang cermat atau penyelidikan.” Mereka sudah membuat pengakuan mereka, tapi setelah mereka mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, langkah berikutnya, Yesus berkata dalam Matius 11:29, adalah untuk belajar saya. Mereka perlu untuk menatap pada-Nya, Mesias, bukan pada sistem Lewi yang berusaha untuk menarik mereka kembali. Di sini penulis memberikan dua gelar Mesias: Rasul dan Imam Besar. Ini adalah satu-satunya tempat di mana dua gelar yang digunakan Yesus.
Pertama, Dia adalah seorang Rasul. Dalam pengertian ini, Yesus seperti Musa. Rasul, seperti seorang nabi, mewakili Tuhan kepada manusia. Dalam hal ini, penulis tidak menggunakan istilah Rasul dalam arti yang sama seperti Dua Belas Rasul, tapi dia menggunakan kata Rasul dalam arti seorang utusan melalui siapa dispensasi baru muncul menjadi ada dan oleh siapa perjanjian dibuat. Seperti Yohanes 1:17 menunjukkan, ini benar dari kedua Musa dan Yesus. Melalui Musa, Perjanjian Musa dibuat dan Dispensasi Hukum dibawa masuk Melalui Yesus, Perjanjian Baru dibuat dan Dispensasi Kasih Karunia dibawa masuk Rasul kata yang sangat berarti “orang yang telah dikirim.” Allah mengutus Musa (Keluaran 3:1-6). Yesus Mesias adalah seseorang yang telah dikirim (Yoh. 3:34, 5:36-37, 17:3; 20:4).
Kedua, Ia juga Imam Besar. Seorang Imam Besar merupakan manusia kepada Allah. Dalam hal ini, Yesus adalah seperti Harun. Kedua gelar yang diberikan kepada Yesus: Rasul, yang membuat-Nya seperti Musa, dan Imam Besar, yang membuat Dia seperti Harun. Tema apostolik akan dikembangkan pada 3:01-04:13. Tema imam tinggi akan dikembangkan pada 4:14-07:28. Ini adalah Imam Besar dari pengakuan kita. Kata Pengakuan berarti pembaca secara terbuka mengakui iman mereka. Isi dari pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Mesias (4:14; 10:23). Ini adalah orang percaya yang telah mengaku Yesus sebagai Mesias. Sekarang mereka perlu mempertimbangkan siapa Dia sebagai Rasul dan Imam Besar dari iman mereka.

3:2 LAI
Yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya.
NKJV

who was faithful to Him who appointed Him, as Moses also was faithful in all His house.

BGT
πιστον οντα τω ποιησαντι αυτον ως και μωσης εν ολω τω οικω αυτου

• “Yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya” Kata “Yang setia” dalam bahasa Yunani yaitu πιστος (pistos)dari asal kata πειθω (peitho) yang merupakan jenis adjective. Dalam Definisi Indonesia [Barclay]: mempunyai arti mempercayai secara teguh atau dipercayakan, sedangkan menurut [Yoppi] diartikan sebagai setia, percaya; secara subst.: mempunyai arti orang percaya. Sedangkan dalam Definisi Inggris: memiliki arti trusty atau faithful. Sedangkan kata “kepada Dia yang telah menetapkan-Nya” dalam bahasa Yunaninya yaitu ποιεω (poieo) yang merupakan bentuk Verb atau kata kerja, dalam Definisi Indonesia [Barclay]: mempunyai arti (pluperfek tanpa augment orang ke-3 jamak πεποιηκεισαν yang artinya berbuat, menyebabkan, menghasilkan, mengerjakan, menciptakan (tentang Allah); Sehingga Dalam konteks ini penekanannya adalah pada :
(1) Bapa memilih dan memperlengkapi Yesus untuk tugas penebusan yang ditugaskan (lih. Mar 3:14) dan ;
(2) Yesus menjalankan iman (present participle) di dalam Bapa sebagaimana orang percaya juga harus melatih iman. Dia benar-benar satu dengan umat manusia. Namun demikian, satu kemungkinan etimologi untuk “ditunjuk” adalah “menciptakan.” Arius menggunakan kata kerja “ditunjuk” dalam kontroversinya dengan Athanasius untuk menegaskan bahwa Yesus adalah ciptaan tertinggi (lih. Ams 8:22) dari Allah, tetapi tidak merupakan Tuhan itu sendiri (lih. Kis 2:36; Rom 1:4; Kol 1:15). Kontroversi di abad keempat ini menghasilkan pengajaran yang jelas akan satu hakikat illahi, namun tiga manifestasi pribadi kekal, Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Trinitas). Ketiga pribadi illahi telah secara kekal terdiri dari satu Allah yang benar (lih. Yoh 1:1-18) Untuk diskusi singkat yang baik dari Arianisme.

 “segenap rumah-Nya” dalam bahasa yunaninya “ολος οικος” (holos oikos) Ini adalah referensi ke Bil. 12:7,8. Umat Allah sebagai rumah Allah adalah merupakan metafora Alkitab yang sering diulang (lih. ay 6, “rumah tangga,” Gal 6:10; I Tim 3:15; “Rumah rohani,” I Pet 2:5 , “keluarga Allah,” 4:17). “Rumah” digunakan enam kali dalam paragraf ini, kadang-kadang dengan konotasi bangunan dan kadang-kadang keluarga. Argumennya tampaknya berjalan sebagai berikut:
1. Musa adalah bagian dari rumah/keluarga Allah,tapi Yesus adalah yang membangunnya
2. Musa adalah seorang hamba, sementara Yesus adalah anggota keluarga
3. Musa gagal untuk mendatangkan perhentian Allah, sementara Yesus tidak akan gagal.

Dalam ayat 2 ini penulis mau mengatakan bahwa Musa adalah contoh tertinggi dari bangunan kesetiaan manusia pada Bilangan 12:07 dalam “Musa adalah setia dalam segala rumahnya.” Adalah Rumah Rumah Israel. Musa adalah setia dalam karyanya di House of Israel. Yesus lebih besar dalam kesetiaan dari Musa, sedangkan Musa bisa gagal sekali, namun Yesus tidak pernah gagal. Yesus setia kepada Allah Bapa yang ditunjuk-Nya untuk posisi ini.Untuk membuktikan klaimnya bahwa Yesus lebih unggul dari pada Musa dalam kesetiaan.

3:3 LAI
Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya.
NKJV
For this One has been counted worthy of more glory than Moses, inasmuch as He who built the house has more honor than the house.
BGT
πλειονος γαρ δοξης ουτος παρα μωσην ηξιωται καθ οσον πλειονα τιμην εχει του οικου ο κατασκευασας αυτον

• “Dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa” Kata “Dipandang layak”dalam bahasa Yunaninya αξιοω (axioo) dari asal kata αξιος (axios) yang merupakan jenis verb (=kata kerja).Dalam NKJV memiliki arti : counted worthy, dalam TB memiliki arti : dipandang layak .Menurut Draft Versi Interlinear Indonesia-Yunani,hal ini Sedang dikerjakan, sedangkan Definisi Indonesia [Barclay] memberikan arti : menganggap layak; menjadikan layak; dalam bentuk pasifnya memberikan arti patut. Dalam definisi Inggris: to think meet. Kata “mendapat kemuliaan” dalam bahasa Yunani δοξα (doxa) dari asal kata δοκεω (dokeo). Kata “lebih besar” dalam bahasa Yunani πλειων (pleion) neuter πλειον (pleion) or πλεον (pleon). Kata “dari pada” dalam bahasa Yunani παρα (para), Kata “Musa” dalam bahasa Yunani Mωσευς (Moseus) or Mωσης (Moses) or Mωυσης dari asal kata hebrew yaitu משׁה Mosheh. Ini adalah sebuah perfect passive indicative. Ini sudah pasti menjadi suatu pernyataan yang secara absolut menggoncangkan orang Yahudi (cf. II Cor. 3:7-11).

3:4 LAI

Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah

NKJV
For every house is built by someone, but He who built all things is God.

BGT
πας γαρ οικος κατασκευαζεται υπο τινος ο δε τα παντα κατασκευασας θεος

• “Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan” Kata “Sebab” dalam bahasa Yunani γαρ (gar) Asal Kata a primary particle yang merupakan Jenis conjuktive. Dalam Definisi Indonesia: [Barclay] ini merupakan kata penghubung: karena; memang. Dalam Definisi Inggris: memakai kata for. Kata “Dibangun” dalam bahasa yunani κατασκευαζω (kataskeuazo) dari asal kata κατα (kata) yang merupakan Jenis verb (=kata kerja). Dalam TB memiliki arti : diatur 1, dibangun dipersiapkan 1, mempersiapkan 5, menyiapkan. Dalam Draft Versi Interlinear Indonesia-Yunani, hal ini SEDANG dikerjakan; Definisi Indonesia:[Barclay] menyiapkan; membangun; [Yoppi] mempersiapkan, membangun, mengatur; Definisi Inggris: to furnish. Kata “Seorang”dalam bahasa Yunani τις (tis); dalam Definisi Indonesia: [Barclay] τι genetif: τινος, datif τινι, akusatif τινα, τι kata ganti tanya dan kata sifat: siapa? yang mana? apa? jenis apa? τι, δια τι, εις τι, τι οτι mengapa? untuk sebab apa atau dengan tujuan apa? τι γαρ, τι ουν lalu mengapa? (τι γαρ bagaimana? 1Kor 7.16); τι ημιν (εμοι) και σοι apa urusanmu dengan kami (aku)? κατα τι bagaimana? (Luk 1.18); τι θελω ει alangkah baiknya kalau, betapakah kuinginkan Luk 12.49). Hal ini telah digunakan untuk argumen filosofis/teologis tentang “penyebab terakhir” dalam upaya membuktikan keberadaan Allah (lih. Thomas Aquinas). Namun demikian, baris alasan ini (“penyebab pertama”) tak akan pernah dapat sampai pada perwahyuan akan Allah sebagai Bapa dari Tuhan Yesus Kristus, ataupun pada Allah sebagai sahabat orang berdosa.

 “Tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah” Kata “segala sesuatu” dalam bahasa Yunani πας (pas) dari asal kata including all the forms of declension, Jenis adjektiv ; dalam Definisi Indonesia: [Barclay] memiliki arti genetif παντος, πασης, παντος: (1) tanpa kata sandang tertentu: setiap; semua; segala; segala rupa, rupa-rupa; penuh, sangat, sunguh-sungguh. Kata “ialah Allah” dalam bahasa Yunani θεος (theos) dari Asal Kata of uncertain affinity a deity; yang merupakan Jenis noun m (=kata benda); dalam Definisi Indonesia:[Barclay] memiliki arti ου {maskulin} yaitu Allah (κατα θεον sesuai dengan kehendak Allah atau menurut persamaan Allah Ef 4.24). Bapa ialah pencipta segalanya (lih. Rom 11:36; I Kor 15:25-27). Yesus adalah agen Bapa dalam penciptaan (lih. Yoh 1:3; I Kor 8:6; Kol 1:16; Ibr 1:2).

Dalam ayat 3-4a, penulis menyatakan bahwa dia yang membangun rumah lebih unggul rumah yang dibangunnya. Musa di House of Israel, tetapi Mesias membangun rumah: Untuk [Satu ini] telah dianggap layak dari kemuliaan lebih dari Musa. Alasannya adalah bahwa Dia yang membangun rumah lebih terhormat daripada rumah sendiri. Selanjutnya, dalam ayat 4b, Mesias dipandang sebagai pembangun dari segala sesuatu. Setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi dia yang [telah] membangun segala sesuatu adalah Allah. Dalam kesimpulan, secara pribadi dan karyaNya, Yesus lebih unggul kepada Musa.

3:5-6 LAI
5.Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian,
6.tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.
NKJV
5 And Moses indeed was faithful in all His house as a servant, for a testimony of those things which would be spoken afterward,
6 but Christ as a Son over His own house, whose house we are if we hold fast the confidence and the rejoicing of the hope firm to the end.

BGT
5 και μωσης μεν πιστος εν ολω τω οικω αυτου ως θεραπων εις μαρτυριον των λαληθησομενων

6 χριστος δε ως υιος επι τον οικον αυτου ου οικος εσμεν ημεις εανπερ την παρρησιαν και το καυχημα της ελπιδος μεχρι τελους βεβαιαν κατασχωμεν

 “tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya” Yesus seorang anak (lih. 1:2; 3:6; 5:8; 7:28) dikontraskan dengan Musa, sang hamba (lih. 1:2; 3:5; 5:8; 7:28; Kel 14:31; Bil 12:7). Musa adalah seorang hamba yang setia (lih. Bil 12:7), namun Yesus adalah seorang anggota keluarga!

3:5 Musa berbicara tentang Kristus dalam Ul 18:18-19 (lih. I Pet 1:11). Ini mengulangi kebenaran dari 1:1. Menyetujui
a. seseorang ( Mat 10:32; Luk 12:8; Yoh 9:22; 12:42; Rom 10:9; Flp 2:11; I Yoh 2:25; Wah 3:5)
b. suatu kebenaran ( Kis 23:8; II Kor 11:13; I Yoh 4:2)
Membuat pernyataan kepada umum mengenai (pengertian hukum yang dikembangkan ke dalam penegasan keagamaan, lih. Kis 24:14; I Tim 6:13)
a. tanpa pengakuan akan kesalahan (lih. I Tim 6:12; Ibr 10:23)
b. dengan pengakuan akan kesalahan (lih. Mat 3:6; Kis 19:18; Ibr 4:14; Yak 5:16; I Yoh 1:9)

Dalam ayat 5, penulis menyatakan bahwa Musa adalah setia dalam segala rumahnya, namun posisinya di rumah adalah bahwa seorang hamba. Kata Yunani yang digunakan untuk hamba berarti “untuk menyembuhkan.” Ini menekankan Musa sebagai melayani kebutuhan moral dan rohani bangsa Israel, ia memiliki pelayanan penyembuhan moral dan spiritual dalam hidupnya dengan Israel. Namun demikian, pelayanan Musa adalah persiapan: untuk kesaksian-hal yang sesudahnya untuk diucapkan, berarti mengacu pada Mesias.

3:6 “dan rumah-Nya ialah kita” Ini adalah keluarga iman digambarkan sebagai sebuah rumah (lih. Gal 6:10; I Tim 3:15; I Pet 2:5; 4:17). Jenis metafora bangunan kolektif yang sama ini digunakan ketika gereja disebut bait suci (lih. I Kor 3:16). Fokusnya adalah pada :
(1) kepemilikan oleh Yesus dan;
(2) umat Allah sebagai entitas bersama.
Tidaklah biasa untuk berbicara tentang gereja sebagai rumah dari Yesus. Karena hal inilah beberapa naskah Yunani kuno diubah kata ganti nya sehingga merujuk kepada Bapa .

 “Jika” dalam bahasa Yunani εαν (ean) dari asal kata ει (ei) Ini adalah sebuah third class conditional yang berarti tindakan potensial (ean ditambah sebuah subjunctive). Ini memberikan unsur kontingensi pada pernyataan tersebut (lih. 3:14; 4:14; Rom 11:22; I Kor 15:02).
 “kita teguh berpegang” kata “Teguh berpegang” dalam bahasa Yunani βεβαιος κατεχω (bebaios katecho) . Kata “Teguh berpegang” ini adalah penekanan pada ketekunan (aorist active subjunctive, lih 3:14; 4:14, lihat Topik Khusus pada 4:14). Sisa dari pasal ini dan pasal 4 adalah satu peringatan yang bersambungan pada :
(1) bagi umat Yahudi percaya agar pindah ke kedewasaan dan
(2) bagi mereka yang telah mendengar Injil dan melihatnya secara penuh kuasa dalam kehidupan teman-teman Yahudi mereka yang percaya untuk sepenuhnya menerimanya sendiri.

 “ Dan pengharapan yang kita megahkan” Kata “ Dan Pengharapan” dalam bahasa Yunani ελπις (elpis) ini merupakan Penekanan pada harapan yaitu karakteristik dari Ibrani (lih. 3:6; 6:11; 7:19, 10:23, 11:1). Berharap menunjuk pada penyempurnaan secara pasti iman kita!

Dalam ayat 6, Musa dan Yesus dibandingkan. Sementara Musa adalah pelayan dalam rumah, Yesus sebagai Mesias atas rumah, yang rumahnya orang-orang percaya sekarang adalah. Rumah yang penulis maksud adalah menjadi Gereja karena, dalam Efesus 2:19, Gereja dipandang sebagai sebuah rumah tangga. Hal ini juga bisa merujuk ke rumah Israel milik Allah (Gal 6:16), yang dalam konteks ini adalah lebih mungkin. Either way, Mesias adalah Tuhan atas rumah. Sedangkan Musa adalah seorang hamba, Mesias adalah anak laki-laki. Sebagai Anak, Ia adalah pemilik dan pewaris dari rumah ini. Dia adalah Anak Tuan rumah, tetapi Musa hanya seorang hamba kepada Tuan rumah. Pernyataan penutupan menunjukkan tanda seorang mukmin sejati: jika kita berpegang teguh kepada keberanian kita dan memuliakan perusahaan harapan kita sampai akhir. Ini tidak berarti bahwa orang percaya diselamatkan hanya jika mereka hanya berpegang pada akhir. Itu berarti keselamatan dicapai melalui perbuatan, bukan oleh iman. Intinya di sini adalah bahwa kelanjutan dalam iman adalah bukti bahwa seseorang benar-benar percaya. Kurangnya kelanjutan dalam iman bukan berarti orang tersebut tidak disimpan, itu hanya berarti bahwa orang tersebut tidak memiliki bukti bahwa iman itu benar-benar ada.

KESIMPULAN IBRANI 3:1-6
(1&2)Kunci untuk memahami surat Ibrani mungkin terletak pada ide tentang pandanglah Dia. Ini adalah terjemahan dari katanoesate yang artinya “memperhatikan dengan cermat, pusatkan perhatian, tandai dengan penuh perhatian.” Pokok pemikiran ini muncul kembali di 12:3. Di 3:1, 2 yang ditekankan ialah Kristus sebagai teladan kesetiaan: di 12:3 yang ditekankan ialah ketekunan-Nya menanggung. Di sini saudara-saudara yang kudus didorong untuk memandang kepada Kristus sebagai Rasul (“utusan:” hanya di sini saja Kristus disebut rasul dalam Perjanjian Baru) dan Imam Besar, sebuah jabatan yang dijelaskan makin lama makin lengkap kepada pembaca. Kita akui (homologias). Istilah ini mengacu kepada orang-orang percaya yang mengaku Kristus sebagai imam besar mereka.
(3-5) Kiasan yang umum dipakai ialah kiasan tentang rumah. Di mana perbedaan antara Kristus dengan Musa? Kristus membangun rumah; Musa melayani di rumah itu. Dengan cara yang sama, perjanjian yang lama diperhadapkan secara sekilas dengan perjanjian yang baru. Akan tetapi, yang ditekankan adalah kesetiaan. Di dalam kedudukan yang tanpa tandingan, Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya.
(6) Rumah-Nya ialah kita mengacu kepada orang-orang percaya, himpunan orang-orang yang telah ditebus oleh Allah, yang imannya adalah iman yang berkesinambungan. Iman mereka dinyatakan dalam tindakan mereka teguh berpegang pada kepercayaan (parresian; “keberanian untuk mengemukakan pendapat” sehingga menunjukkan keyakinan yang penuh sukacita) yang kemudian menghasilkan pengharapan yang kita megahkan di dalam Sang Anak. Kristus adalah objek dan juga dasar dari kepercayaan dan pengharapan mereka. Sampai kepada akhirnya (mechri telous). Sampai pengharapan menjadi kenyataan.

Argumennya berkembang sebagai berikut.
1. Musa adalah bagian dari rumah/rumah tangga Allah, namun Yesus adalah pembangun dari
rumah/rumah tangga tersebut
2. Musa adalah seorang hamba dalam rumah, sementara Yesus adalah anggota keluarga
3. Musa gagal membawa perhentian Allah, sementara Yesus tidak gagal

Dorongan teologis dari unit sastra ini adalah suatu peringatan untuk taat dan setia. Yesus taat dan setia, namun orang Israel tidak. Perjanjian Musa memiliki konsekuensi yang berat bagi ketidak taatan. Betapa lebih mengerikannya konsekuensi dari menolak atau melanggar perjanjian baru (lih. 2:1-4)?. Bagian ini bersifat tipologis. Yaitu memandang PB sebagai keluaran rohani yang baru!

APLIKASINYA
Di dalam Perjanjian Lama, Musa adalah salah seorang hamba Allah yang paling besar. Allah memakai dia sebagai nabi yang menyampaikan Hukum Taurat kepada umat Israel. Melalui Musa, Allah membimbing umat-Nya masuk ke dalam persekutuan dan ibadah yang intim dengan-Nya. Akan tetapi, Musa adalah manusia biasa yang terbatas dan berdosa.
Pada masa Perjanjian Baru, Yesus adalah utusan (Rasul) Allah untuk membimbing umat-Nya ke dalam persekutuan intim dengan-Nya. Yesus juga Pengantara Agung (Imam Besar) umat Tuhan kepada Allah. Yesus lebih besar daripada Musa. Yesus memiliki dua jabatan besar Perjanjian Lama (Imam Besar) dan Perjanjian Baru (Rasul) (ayat 1-2). Dua ilustrasi digunakan untuk memperlihatkan kebesaran Yesus dibandingkan Musa. Pertama, Yesus adalah ahli bangunan yang membangun umat Allah (rumah Allah). Sedangkan Musa hanyalah bagian dari bangunan itu (ayat 3-4). Kedua, Yesus adalah Anak yang mengepalai rumah Allah, Musa hanyalah pelayan yang setia. Jadi, sebenarnya Musa melayani Tuhan Yesus sebagaimana seorang pelayan rumah melayani Anak pemilik rumah itu (ayat 5-6).
Bagian firman Tuhan ini penting bagi para pembaca pertama surat Ibrani ini. Mereka mendapat godaan untuk meninggalkan Yesus dan kembali kepada kepercayaan agama Yahudi yang mementingkan pelaksanaan ritual dan moral Hukum Taurat. Dengan menempatkan status Musa sebagai pelayan dan Yesus sebagai Anak, para pembaca surat Ibrani justru semakin diteguhkan untuk setia kepada Yesus. Bagi kita umat Tuhan masa kini, hal ini semakin meneguhkan keyakinan kita akan kesatuan Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Juga semakin memantapkan iman kita hanya tertuju pada Yesus sebagai Anak Allah.
Pesan: Jangan sampai saya dan saudara mementingkan ritual dan ajaran moral kristiani, namun tidak sepenuhnya mengimani dan menaati Yesus, Sang Anak Allah.

by: Devianti Tuwongkesong

Tentang deviluvgod

Semua KArena KAsih KArunia Tuhan. I Love U SO Much Jesus CHrist
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s