TAFSIR MAZMUR 2:1-12

Mazmur ini pada dasarnya merupakan mazmur kerajaan dengan banyak sifat yang sangat dramatis dan bahasa syair yang kuat. Termasuk didalamnya adalah sebuah sabda tentang Tuhan yang telah menimbul banyak penafsiran. Gunkel mengaitkannya dengan pesta perayaan penobatan seorang Raja Yehuda. Jika latar belakang aslinya memang demikian, maka mazmur ini sudah benar-benar disesuaikan dengan harapan mesianis yang lebih luas, sebagaimana pasal 1 membahas dua jalan hidup manusia secara perorangan, pasal 2 ini mengemukakan dua jalan bagi Bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa.
Mazmur pasal 1-3 berbicara pemberontakan bangsa-bangsa, mengapa? Dengan gaya bernubuat, pemazmur mengawali dengan dua pertanyaan retoris. Tujuan dari pertanyaan itu ialah menunjukan betapa tidak masuk akal orang-orang yang berusaha memberontak terhadap ketetapan yang Mahakuasa. Pemberontakan mereka terhadap umat Allah dan rajanya dianggap sebagai serangan terhadap Allah sendiri. Pada dasarnya, permusuhan ini diarahkan pada kepemimpinan Yehovah melalui orang yang di urapi oleh-Nya.
Mazmur pasal 4-6 jawaban Allah, Dia…tertawa…maka berkatalah Ia. Sebuah antropomorfisme yang gamlang melukiskan perbedaaan yang tajam diantara para raja kecil yang ketakutan dengan pemimpin tertinggi yang mengolok-olok mereka ( pengertian inti “ mempermalukan”). Tawa-tawa cepat berubah menjadi murka yang menyala-nyalanya dengan persetujuan ilahi si penulis.
Mazmur pasal 7-9, Rencana untuk yang diurapi. Tuhan berkata, sabda oleh orang yang diurapi Allah dinyatakan sebagai ketetapan Allah. Pernyataan, “ Anak-ku Engkau” pararel dengan “raja-ku” dalam jawaban Allah frasa ini dikenakan kepada Yesus ketika di baptis (mrk 1:11). Istilah kuperanakan merupakan bagian dari permusuhan adopsi di timur yang dipakai dalam hokum Hamurabi, perhatikan bahwa yang diurapi Allah mendapatkan dua janji –kekuasaan dari kemenangan sekalipun pemazmur mungkin berpikir bahwa yang di maksud dengan Anak adalah pemimpin pilihan itu ( II Samuel 7:14). Dari sudut PB kita mengetahui bahwa mesias menang sungguh-sungguh putra Allah.
Mazmur pasal 10-12, Nasihat kepada para raja, Bertindaklah bijaksana…terimalah pengajaran. Pilihan di berikan kepada raja bersama dengan nasihat agar bijaksana dan teratur dalam mengambil keputusan. Memilih hikmat adalah lebih dari sekadar menerima ketetapan Allah. Para raja itu harus melayani Tuhan dengan takut dan hormat yang layak bagi Dia. Menciun kaki dan tangan raja merupakan lambing penghormatan. Sebagaimana jalan orang fasik akan binasa dalam pasal 1, demikian juga jalan orang-orang yang tidak bersedia untuk melakukan penghormatan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s