Orang Muda Bicara Oikumene

TRANSFORMASI BAGI OIKUMENE SEMESTA

Keesaan Gereja dan Oikumene
Keesaan gereja pada hakekatnya tidak menyangkal keberagamaan, karena keesaan gereja sadar akan dimensi keragamaan. Pengabaian terhadap keragaman telah menimbulkan konflik dan pertentangan dalam sejarah gereja mula-mula. Rasul Paulus mensinyalir pertentangan dan konflik itu dalam tema “Satu tubuh banyak anggota” ( 1 Kor.12:12-31) dan juga pertentangan antara kelompok dalam jemaat ( 1 Kor. 1:10-17). Dapat dikatakan bahwa pertentangan dan konflik itu terjadi terutama karena pengabaian terhadap realitas kemajemukan dalam jemaat. Ancaman perpecahan tersebut menjadi perhatian serius oleh Paulus dalam tugas pembangunan iman jemaat rekan-rekannya. Refleksi kontekstual dari surat Paulus menjadi sangat relevan ketika kita membahas kaitannya dengan oikumene.
Namun oikumene tidak semata-mata berate keesaan gereja atau oikumene kegerejaaan. Oikumene hakekatnya mesti di pahami dalam kaitan dengan keesaan seluruh umat manusia atau oikumene semesta. Kata oikos dapat di artikan sebagai suatu dunia tempat tinggal semua manusia. Pemahaman seperti ini akan membuat kita dapat juga memahami dengan baik dunia dimana kita hidup dan berkarya. Oikumene semesta sebagai sebuah paradigm baru hendaknya membuat kita mampu memetakan secara cermat lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik, yang berubah dari waktu ke waktu .Pemetaanitu penting karena dapat menjadi jendela mental bagi perumusan aksi dan tindakan ber-oikumene dalam lingkungan sosial yang plural, terutama bagi remaja dan pemuda sebagai kelompok sasaran.
Realitas Kontekstual Gereja dan Masyarakat global
Globalisasi yang di pandu oleh system ekonomi kapitalsme adalah realitas oikos yang kita diami hari ini.Pengaruh langsung globalisasi sudah menjadi hal yang biasa dalam pergaulan sosial manusia dewasa ini. Entah sadar atau tidak, namun pengaruhnya bahkan menembus tembok-tembok gereja kita. Jika dulu orang memahami pertemuan dengan Allah di dalam rumah ibadah sebagai suatu pertemuan kudus, agaknya nilai-nilai itu telah bergeser oleh pengaruh gaya hidup bebas, konstuksi sosial dari logika pasar bebas dewasa ini.
Tugas kita ke Depan
Yang di perlukan saat ini adalah membangun jejaring pemuda gereja aras nasional, yang tidak lagi sibuk dengan urusan sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama menghadapi fenomena global krisis identitas tersebut. Jaringan kerja sama merupakan modal bagi kita untuk melakukan tugas-tugas penatalayanan gereja, khususnya terpusat pada pemuda dan remaja gereja, dengan mengembangkan nilai-nilai iman Kristen menjadi agenda bersama kedepan.

GENERASI TANPA KARAKTER
Generasi Muda Indonesia
Didalam masyarakat sekarang ini karakter seperti kejujuran, integritas, moral, keberanian dan sebagainya justru menutup banyak pintu kesempatan dan kemungkinan. Generasi muda sekarang di biarkan tumbuh didalam dunia tanpa karakter. Keadan yang di mana solidaritasatas dasar kemanusiaan bersama sedang mengalami pergeseran yang teramat cepat. Kesadaran kelompok berpikiran sempit semakin menyubur.
Kita mengetahui selain pergeseran dari budaya komunikasi lisan kebudaya komunikasi tertulis muncul lagi perubhaan lain yan cukup dasyat, yaitu kehadiran televise dan internet. Kawula muda menyingkapi hal ini sering mereka tunjukan keruang public. Dengan keadaan seperti ini para kawula muda secara besar-besaran mengkomsumsi apa-apa saja yang mereka gandrungi misalnya gaya hidup,prodak-prodak busana kosmetik yang menjadi symbol suuatu kumpulan atau suatu kejadian yang menurut mereka menarik atau menantang, sebagai symbol –ergerakan dan kebersamaan.
Generasi Muda yang berkarakter Eukumene
Peran pemuda Kristen dalam hal ini, tentunya sudah menyadari kemajemukan dan pluralisme yang ada di Indonesia. Para pemuda harus membawa diri dengan rendah hati, tahu diri, siap di tegur, siap belajar, siap di minta pertanggung jawaban dan siap memperbaiki diri. Orange yang betul-betul tahu tentang Allah, tahu juga betapa pengertiannya sendiri termasuk pengertiaannya tentang agamanya sendiri teramat terbatas. Ia harus rendah hati dan tidak Arogan. Dalam hal ini, pemud Kristen yang ekumene harus lebih banyak berkarya dan terberdayakan , menjadi alat koreksi dengan mampu menjelaskan dudu perkara dari sebuah persoalan baru yang timbul didalam masyarakat agar masyarakat khususnya warga jemaat bisa menarik kesimpulan dari informasi yang di peroleh. Pemuda gereja juga di harapkan bisa membuat warga jemaat dan mesyarakat bukan hanya tercerdaskan, tetapi tercerahkan (Communicator of hope). Membangun kesadaran bersama akan tantangan yang di hadapi. Menggalang berbagai pemikiran yang ada di tengah masyarakat untuk bagaimana menyelesaikan persoalan bangsa. Memberikan alternative pemecahan yang mungkin bisa di lakukan. Dalam system yang demokratis menggunggah rasa tanggung jawab dari semua komponen bangsa untuk ikut terlibat dalam memecahkan persoalan bangsa.
Jika kaum muda ingin tampil memimpin dan perubahan-perubahan besar di negeri ini, maka pragmatism mereka terlebih dulu harus di hilangkan. Hanya dengan hati yang bersih energy perubahan akan menggerakan seluruh lapisan masyarakat, seperti gerak ombak yang tanpa henti dan tanpa pamrih.
Dalam konteks lain kaum muda Kristen harus mampu menjadi saksi di dunia, menjadi garanm (matius3:13) dan terang (Matius5:14). Sehingga generasi muda yang kini mengidentitaskan dirinya berdasarkan what they have bergeser menjadi what they are. Disini karakter dan integritas yang didasarkan iman berperan menentukan. Generasi m, berpengharapan, penuh semangat dan cita-cita.uda kembali menjadi dirinya yang idealis, dinamis, berpengharapan, penuh semangat dan cita-cita.
Indahnya Persaudaran Sesama umat manusia: Gerak Proaktif Oikumene di Ranah Kemanusiaan:
Mewujudkan persaudaraan saling memberi kasih sayang atau saling cinta tentu merupakan kewajiban setiapumat beragama. Semua prinsip-prinsip agama telah mengajarkan penghormatan dan upaya pemeliharaan atas keragaman. Membangun persaudaraan yang tulus tanpa di batasi oleh sekat perbedaan agama memang menempatkan saudaranya sesame anak manusia bukan lagi sebagai saudara tetapi sebagai musuh.
Sumbangan Psikologi Dalam (Ber) Ekumene di kalangan Pemuda
Ber-ekumene bukanlah sesuatu yang instan. Ber-ekumene adalah proses belajar. Ber-eukemene dapat di ajarkan pada tahap-tahap perkembangan usia. Kita harus sadar bahwa ber-eukemene itu bukanlah ‘hak milik’ orang dewasa saja. Justru bukanlah sesuatu yang kita ciptakan. Dasar teologisnyaa jelas terdapat dalam Yohanes 17:21. Ber-eukemene juga bukanlah kepentingan sekelompok orang.
Revivalisasi Vs Ekumene
Revivalisasi lebih memiliki kecenderungan untuk membentuk sebuah budaya baru dalam kehidupan masyarakat dan juga kehidupan agama yang masing-masing tidak dapat disalahkan dan juga membenarkan yang lain, budaya tersebut yakni dalam bentuk symbol dan aksesoris yang di kenakan dapat membentuk diri menjadi kelompok tertentu kuat, hidup dan berkembang dalam masyarakat. Semangat revivalisasi dapat di ubah bentuk melalui modal sosial dan tidak dengan membanggakan symbol atau aksesoris lama untuk membentengi diri sebagai kekuatan tertentu tetapi di hadirkan kembali dalam bentuk modal sosial guna menciptakan kehidupan Ekumenis.
Tanggapan pribadi
Buku orang muda bicara oikumene ini sangat baik karena didalam buku ini paling banyak mengajarkan kepada anak-anak muda dan remaja bagaimana menjadi anak-anak muda yang beroikumene didalam masyarakat maupun didalam warga jemaat selain itu juga didalam buku ini mengajarkan cara-cara melaksanakan oikumene dan cara-cara mengatasi masalah-masalah dalam beroikumene.bahkan sudah di lengkapi dengan contoh-contoh yang ada sehingga setiap para pembaca dapat cepat mengerti dan memahami isi buku ini.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s